All about Apex Locator

Posted in Dental Health on November 5, 2009 by Easy Success

1. Root ZX II Apex Locator

Apex Locator

Sebagai penjualan apex locator terbaik  di dunia, Root ZX II telah menetapkan standar industri untuk akurasi dan keselamatan pasien. Diciptakan pada tahun 1992, unit pertama dengan kemampuan untuk bekerja di kanal yang basah – pengukuran tidak terpengaruh oleh ada atau tidak adanya darah, debit lain, atau elektrolit. Root ZX II fitur paten teknologi yang menawarkan tingkat akurasi 96,2%. Penggunaan yang mudah, tampilan layar yang besar dan mudah dibaca. Tindakan dari meteran di layar sesuai persis dengan sensasi taktil menggunakan file. Fitur lain termasuk : ramping, file pemegang ringan, tidak ada nol-penyesuaian, kalibrasi otomatis, indikasi daya baterai, dan listrik otomatis dari fungsi.

Sebagai pilihan upgrade, modul memungkinkan unit berfungsi sebagai handpiece low speed, apex locator, atau kombinasi keduanya. Modul mudah disimpan dibelakang unit dan menawarkan berbagai fitur yang aman

termasuk Auto Torsi Slow Down.

2. ProPex® II

Sumber : http://www.dentsply.com/

3. Raypex 5

The Propex ® II Apex Locator dari Maillefer fitur generasi baru menampilkan warna penuh visual untuk melacak file dengan sempurna. Adanya teknologi multi frekuensi terbaru dimasukkan ke apeks locator ini generasi 5 dan fungsi zoom, yang diaktifkan ketika file tersebut mencapai daerah apikal, membantu dokter gigi untuk mencari apex pada sebagian besar jenis kondisi saluran akar. Propex apeks II memiliki footprint kecil dan beroperasi dengan baterai isi ulang, sehingga dapat dipindahkan antara operasi gigi dengan mudah.

Apex locator untuk penentuan panjang akurat
Dasar untuk setiap perawatan endodontik berhasil :
* Tepat penentuan panjang bekerja di Zoom Apex
* Penentuan panjang Elektronik telah diakui sebagai metode paling aman
* Tidak ada lagi akar-tambahan atas atau di bawah-panjang filling
* Diagnostik radiografi konvensional tidak dapat diandalkan karena representasi 2D dari morfologi saluran akar 3D

Reliable tampilan
* Besar proyeksi bagian apikal dengan visualisasi yang unik dari penyempitan apikal
* Pre-kalibrasi tampilan daerah penyempitan apikal, tidak ada kalibrasi individu necessary1
* Live representasi dari gerakan file sepanjang kanal akar seluruh data studi  pada file

Teknologi akurat
* Impedansi pengukuran berdasarkan sistem multi frekuensi maju
* Teknologi digital terbaru

Operasi penggunaan yang mudah
* Menampilkan Foldable menyesuaikan sudut pandang yang diinginkan
* Backlight tampilan
* Anti-slip casing dengan kompartemen penyimpanan kabel
* Indikator pengisian daya baterai
* Instruksi CD-ROM yang disertakan dalam kit

Prosedur pada pasien
* Built-in modus demo untuk demonstrasi kepada pasien
* Panjang penentuan tanpa radiasi

4. Sybron Elements Diagnostic Unit and Apex Locator

Elemen Unit Diagnostik “memungkinkan The Elements Diagnostik sebuah kemajuan yang dapat diandalkan secara halus dengan penyempitan apikal yang memiliki stabilitas, prediktabilitas dan penerapan ergonomi.”

- Dr. Gary Glassman

Ketika Anda melakukan perawatan saluran akar, Anda perlu mendapatkan point – apex – diprediksi, efisien dan akurat. Milik SybronEndo’s generasi 4 Elemen Apex Locator menawarkan terobosan besar dalam perangkat lunak dan teknologi perangkat keras – yang pertama dalam sepuluh tahun. Teknologi ini mengoptimalkan sebelumnya rekayasa untuk memberikan bacaan yang paling tepat tersedia saat ini. Terlebih lagi, Tampilan alat, yang dapat Anda tempatkan pada baki instrumen, mikroskop, pasien atau tempat lain yang Anda pilih, membawa data penting ke dalam bidang visi Anda. Lihat bagaimana kita bisa menegakkan diagnosis Anda dengan SybronEndo’s Elements Unit Diagnostik dan Apex Locator.

Fitur dan Manfaat
* Auto-off menghemat daya hidup baterai
* Penuh speaker audio-range tanpa suara beep mengganggu
* Nonglare memiringkan layar dengan umpan balik digital dan grafis
* Medis-kelas kabel dan konektor Autoclavable
Probe * adalah dengan lapisan emas untuk melawan mikro-korosi
* Otomatis kalibrasi untuk diagnosis moreaccurate
* Advanced baterai teknologi untuk daya tahan dan biaya
* Vitalitas Scanner menyediakan pengujian pulp bebas rasa sakit listrik dan analisis akurat di hadapan EDTA, natrium hipoklorit, darah, garam, air dan hidrogen peroksida

5. iPex

Advanced Digital Apex Locator Root Canal Pengukuran yang Akurat

The NSK baru apeks locator digital secara akurat mengukur panjang setiap kanal Root, termasuk pada daerah kering, kanal basah dan berdarah, dan menghilangkan masalah dengan menggunakan pencari analog. Secara otomatis memilih kombinasi terbaik frekuensi untuk memenuhi kondisi kanal pasien, sehingga menjamin intervensi kanal lebih aman dan meningkatkan kenyamanan pasien. layar besar LCD ditambah iPex sinyal audio langsung menyediakan informasi akurat yang dibutuhkan untuk perawatan saluran yang tepat.

PRESUPPOSITIONS OF NLP 1 – The Map is Not The Territory

Posted in Neuro Linguistic Programming on August 1, 2009 by Easy Success

“The Map is Not The Territory”
Atau dalam Bahasa Indonesia kurang lebih bagi saya berarti “Peta tidak menunjukkan daerah sebenarnya”.
Ini adalah salah satu presuposisi terpopuler di NLP. Anda sebutkan ini ke praktisi NLP manapun, mereka pasti mengenalnya. Well, mengetahui atau mengenalnya adalah satu hal, mengaplikasikannya, hal lain lagi.
Sepanjang hidup, kita MELIHAT, MENDENGAR, MENGALAMI apa saja dalam jangkauan penalaran atau peng-indera-an kita, dari kecil hingga kita menutup mata. Ada yang kita simpan hanya sebagai pengetahuan, ada yang kemudian menjadi standar berpikir dan berperilaku kita. Kita kemudian mempunyai strategi atau pola pikir dan perilaku tertentu, dari apa yang telah kita pelajari dan ketahui, yang kita anggap memberikan manfaat dan efektif dalam membantu kita untuk menjalani hidup kita. Pola pikir dan perilaku kita dibangun oleh yang di NLP disebut sebagai filter di pikiran kita, yakni DELETION, DISTORTION, GENERALIZATION. Kita memilih FOKUS kita, lalu secara otomatis menghapus hal lain yang tidak anggap penting. Kita DISTORSI-kan dan GENERALISASI-kan hal-hal dalam hidup kita sesuai dengan apa yang kita anggap benar. Kita pun membangun NILAI-NILAI hidup kita, atau apa yang kita anggap PENTING dan BENAR, dari apa yang pernah kita LIHAT, DENGAR, dan ALAMI sendiri. Dan sepanjang hidup, kita membangun berbagai PREFERENSI untuk mengerti dunia luar dan memaknakan apapun yang terjadi pada kita. Ada yang mengandalkan apa di-LIHAT, ada yang mengandalkan apa yang di-DENGAR, ada yang mengandalkan apa yang di-ALAMI.
Kita BANGUN dan kemudian MENETAPKAN cara kita BERPIKIR dan BERPERILAKU.
Jangkauan dari setiap hal yang pernah kita alami, ketahui, kuasai, yang kemudian kita jadikan dasar untuk berpikir dan berperilaku inilah yang kita sebut sebagai sebagai MAP OF REALITY atau PETA REALITA kita. Semakin banyak hal yang kita tahu dan kuasai, semakin luas pula PILIHAN kita untuk berpikir dan berperilaku. Semakin efektif pula kita mengartikan dunia luar dan menempatkan diri di setiap situasi. Kita sebut ini sebagai orang bijak, dan dalam bahasa NLP kita sebut dengan orang dengan PETA REALITA yang luas.
Sepanjang hidup, kita tidak akan pernah sudah melihat, mendengar, dan mengalami ‘semuanya’. Karena itu perkembangan dan perluasan PETA REALITA tidak akan pernah berhenti. Akan ada yang tidak pernah berhenti belajar dan membuka diri, karena paham bahwa PETA REALITA-nya terbatas dan masih ada yang perlu ia ketahui dan kuasai. Sementara ada juga yang merasa sudah tahu ‘semuanya’, dan menutup diri.
Seorang yang merasa tidak bisa melakukan sesuatu, menandakan apa yang ingin dilakukan tersebut ‘belum ada di PETA-nya’. Dan ada pula orang yang menganggap bahwa PETA-nya sudah mencakupi semua yang mungkin bisa dicakupi, sehingga kalau ada yang ia anggap tidak benar, tidak mungkin, yang belum ia ketahui dan tidak bisa ia lakukan, diambil sebagai ukuran mutlak untuk menjalani hidup. Padahal, sesuatu yang ia anggap tidak benar, misalnya, hanyalah berdasarkan apa yang pernah ia lihat, dengar, dan alami sendiri mengenai hal tersebut, dan disimpulkan berdasarkan cara berpikir dan berperilaku sendiri yang ia bangun berdasarkan sejarah hidupnya sendiri. PETA kita terbatas. Tapi ada yang menerima keterbatasan tersebut sebagai ukuran utamanya.
FLEKSIBILITAS di NLP adalah juga berarti menerima bahwa kita belum tahu semua, bahwa PETA REALITA kita belum mencakupi semua, bahwa masih ada yang belum kita pahami, belum kita kuasai. FLEKSIBILITAS juga berarti paham bahwa kalau ada orang lain berpikir dan bertindak berbeda, mereka punya PETA REALITA yang berbeda dari PETA kita. Dan perbedaan adalah hal yang wajar karena kita semua melalui sejarah hidup berbeda-beda, sepanjang hidup melihat, mendengar, dan mengalami hal yang berbeda-beda, membangun strategi dan nilai-nilai yang berbeda-beda, dan mempunyai karena itu mempunyai pola pikir dan perilaku berbeda-beda.

Rekomendasi NLP adalah untuk memperluas PETA REALITA kita. Belajar terus dan membuka diri. Semakin luas PETA kita, semakin banyak PILIHAN kita untuk berpikir dan bertindak. Semakin efektif pula kita.
Di akhir hari, walau PETA tidak secara sempurna akan mewakili REALITA, PETA kita tetap merupakan REALITA dalam dunia pribadi kita. Dan PETA kita tersebutlah yang mengkreasikan REALITA kita secara pribadi. Karena itu di NLP, PETA masing-masing orang dipersepsikan sebagai REALITA bagi masing-masing. Tinggal apakah REALITA yang dihidupi sekarang merupakan yang diinginkan atau tidak.

Sumber : NLP Indonesia

PRESUPPOSITIONS OF NLP 2 – Everyone Lives in Their Unique Model of The World

Posted in Neuro Linguistic Programming on August 1, 2009 by Easy Success

“Setiap orang mempunyai MODEL DUNIA sendiri-sendiri yang unik. Hormatilah!”
Siapa wanita tercantik di dunia? Siapa aktor terbaik di dunia? Siapa pemain sepakbola terbaik sepanjang masa?
Siapa orang terpandai di dunia? Apa kreasi terbaik dunia? Apa tempat liburan terbaik dunia?
Partai politik mana yang paling benar? Pekerjaan apa yang paling sulit? Hobby apa yang paling mengasyikkan?
Semua pertanyaan di atas, dan berbagai pertanyaan sejenis tidak akan mempunyai jawaban yang sama di pikiran setiap orang di seluruh dunia. Kita masing-masing mempunyai cara memandang dunia, cara menganalisa, pendekatan untuk menyimpulkan, fokus, jangkauan pengetahuan, preferensi hidup, sejarah hidup, dan cara memilih yang berbeda-beda. Tidak ada dua orang yang sama persis 100%, bahkan kembar identik. Ini di NLP disebut MODEL DUNIA. Kita semua mempunyai MODEL DUNIA sendiri-sendiri, dan hidup dalam MODEL DUNIA ini. Bukan hanya karena ini yang kita anggap paling benar, walau seringkali demikian, tapi juga karena MODEL DUNIA ini yang sejauh ini kita anggap memberikan benefit untuk kita.

Jawab pertanyaan ini dengan instan: “Siapa orang yang paling menjengkelkan sedunia?” Lalu jawab segera pertanyaan susulan: “Apakah mungkin ada orang di dunia ini yang menyukainya? Walaupun hanya satu?”. Lalu jawab juga, “Apakah semua orang di dunia menyukai saya?” atau “Apakah semua orang di dunia mengakui saya pria paling tampan, wanita paling cantik?”
Sejenak Anda segera ‘sadar’. Bahwa tidak ada ukuran yang sama persis untuk setiap orang dalam menilai dan bersikap. Setiap orang akan menggunakan MODEL masing-masing. Akan ada yang menyukai Anda, akan ada yang tidak. Akan ada orang yang Anda benci, akan ada yang menyukainya. Akan ada orang yang mengakui Anda tampan atau cantik, akan ada yang tidak. Kita sering mendengar ucapan, “Dia bukan tipe saya!”. Atau dalam memilih mobil, rumah, handphone, dan lain-lain. “Saya lebih suka tipe X” begitu pilihan kita.

Kita setiap hari melihat, mendengar, dan mengalami ‘perbedaan’ ini. Di beberapa konteks kita mengakui dan menyetujui adanya ‘perbedaan’ MODEL ini, tapi di beberapa konteks kita tolak bahkan kita konfrontasi. Yang paling lucu dari sikap kita adalah kita mati-matian ingin orang lain menerima MODEL kita, sementara seringkali kita tidak mau menerima MODEL orang lain.

Beberapa kita mengambil MODEL kita sebagai realita mutlak atau sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai dunia. Kadang kita melabel ini dengan ‘memaksakan kehendak’, ‘tidak toleransi’, ‘tidak pengertian’, ‘tidak empati’, ‘sok tahu’, dan lain-lain. Memang ironi-nya adalah saat kita yang menerapkan MODEL DUNIA kita dengan ‘paksa’, kita melabelnya dengan ‘realistis’, ‘kebenaran’, ‘yang sebenarnya’, dan sejenisnya.
Apa yang kita kenal sebagai RAPPORT di NLP, atau praktisnya membangun hubungan harmonis, sesederhana dimulai dengan MENGHORMATI MODEL DUNIA orang lain. Me-MATCHING atau me-MIRROR dalam NLP dimulai dengan MENGHORMATI MODEL DUNIA orang lain. Seperti yang sudah sering saya tuliskan di milis ini, ‘tidak perlu setuju, hanya perlu MENGHORMATI kalau tidak setuju’. Penolakan untuk MENGHORMATI hanya muncul saat kita mengelirukannya dengan menyetujui. Seringkali orang tidak MENGHORMATI perbedaan MODEL DUNIA hanya karena menganggap bahwa itu sama saja dengan menyetujui atau bahkan tidak punya pendirian. Kita hanya disebut tidak punya pendirian kalau kita setuju semua pendapat atau semua MODEL DUNIA.

Saat seorang praktisi NLP menghidupi presuposisi ini, ia dengan mudah menikmati hidup dan segala perbedaan yang ada di dalamnya. Kadang, hidup bahagia justru bukan dengan mengharuskan MODEL DUNIA kita berlaku di setiap konteks, tetapi hanya perlu menerima dan MENGHORMATI perbedaan MODEL DUNIA.

Ini seperti saat kita kecil dan diberi peribahasa “Masuk kandang ayam berkokok dan masuk kandang kambing ngembik”. Toleransi, pesan para guru PMP :-) Kita masuk dalam sebuah konteks (rumah orang, perusahaan, lingkungan, tradisi, kultur, adat, dll), kita tidak perlu setuju dengan semuanya, tapi kita tetap harus MENGHORMATI-nya.

Sumber : NLP Indonesia

PRESUPPOSITIONS OF NLP 3 – Perilaku dan Sumber Daya

Posted in Neuro Linguistic Programming on August 1, 2009 by Easy Success

“Setiap Perilaku adalah Untuk Menambah Sumber Daya” Sudah tahu apa yang Anda inginkan atau Anda cari? Sudah tahu bagaimana menuju ke sana? Sudah tahu apa SUMBER DAYA yang Anda butuhkan untuk menuju ke sana? Sudah tahu apa yang penting bagi Anda? Semua itu adalah pertanyaan mendasar mengenai pencapaian apa yang kita inginkan. Jawabannya seringkali lebih mudah. Yang lebih sering menjadi ganjalan adalah apa yang kita pikirkan dan lakukan sehubungan dengan jawabannya. Gampangnya begini. Apa yang kita pikirkan dan lakukan, lucunya, cukup sering (kalau tidak hampir selalu) tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ingin kita capai, atau tidak memenuhi apa sebenarnya yang kita cari atau yang penting bagi kita. Dan yang kita pikirkan dan lakukan, tidak menambah SUMBER DAYA untuk membantu kita mencapai yang kita inginkan tersebut! Seorang karyawan yang menginginkan promosi, baik gaji, penghargaan, dll, bukannya memperbesar peluang dengan menambah berbagai SUMBER DAYA (kompetensi, network, hubungan baik, dll), justru hanya mengandalkan apa yang sudah ada dan menuntut, komplain, menggerutu, bahkan sampai mengancam, mogok, dll. Seolah naik gaji dan naik jabatan adalah sebuah kewajiban perusahaan, bukan bagian dari hasil setelah pengembangan diri. Seorang istri atau suami yang ingin hidup damai, mesra, saling menghargai dan percaya, saat tantangan datang dan mereka merasa sudah melakukan segala sesuatunya, justru membiarkan pernikahan mereka berjalan begitu saja dan membiarkan waktu yang menentukan. Masing-masing menunggu, seolah adalah kewajiban partner-nya untuk membahagiakan mereka. Tapi kewajiban sendiri untuk hal yang sama seolah tidak perlu dilakukan. Sebuah perilaku, apapun itu, sebaiknya menambah SUMBER DAYA untuk mencapai yang kita inginkan. Rahasianya sederhana: kalau ingin bahagia, maka pikirkan dan LAKUKAN sesuatu untuk membuat kita bahagia. Kalau ingin mesra, pikirkan dan LAKUKAN sesuatu agar bisa mesra. Kalau ingin promosi, LAKUKAN sesuatu untuk mendapatkan itu! Apapun yang kita inginkan, memerlukan SUMBER DAYA – waktu, tenaga, usaha, uang, kemampuan, belief, dll, yang mendukung kita untuk menuju ke sana! Tidak ada yang datang dengan sendirinya! Kita harus benar-benar MELAKUKAN sesuatu untuk mencapainya. Entah dalam konteks Anda bekerja di sebuah perusahaan, menjalankan bisnis, hubungan dengan partner, belajar, dan lain-lain, Anda hanya punya dua arah sehubungan dengan mencapai yang Anda inginkan: mendekati, atau menjauhi. Dan apakah Anda mendekati atau menjauhi yang Anda inginkan, sangat tergantung dari apa yang Anda pikirkan dan LAKUKAN! Saat yang Anda pikirkan dan LAKUKAN menambah SUMBER DAYA untuk mencapai yang Anda inginkan, maka Anda semakin mendekati. Satu jebakan nikmat dalam ini adalah ‘membiarkan waktu yang menentukan’ atau istilah umumnya ‘just follow the flow’. Dalam hal tertentu, ‘follow the flow’ atau ikut saja arus bisa bermanfaat. Tapi dalam mencapai keinginan Anda, saat Anda ingin ‘follow the flow’, bagaimana kalau ternyata ‘flow’ atau arusnya membawa Anda ke jurang kehancuran atau menjauhi yang Anda sebenarnya inginkan? Anda akan ikuti juga? Sensory Acuity, atau sederhananya kepekaan kita akan apa yang terjadi di sekitar kita, seharusnya bisa memberikan kita begitu banyak informasi mengenai apakah kita mendekati atau malah menjauhi yang kita inginkan. Apakah hubungan kerja kita dengan perusahaan bertambah mesra, apakah kita semakin mendapatkan penghargaan dan pengakuan, apakah prestasi kita semakin diakui, apakah kemampuan kita semakin bertambah, bahkan apakah semakin banyak tanda bahwa kita sedang dipertimbangkan untuk promosi atau naik gaji. Atau apakah hubungan kerja kita semakin rusak, keributan dengan atasan meningkat, semakin banyak hasil kerja kita dicemooh, semakin banyak situasi kerja tidak kita nikmati, dll. Atau dalam hubungan, apakah kita semakin mesra dengan pasangan, apakah keintiiman meningkat, apakah pengertian meningkat, apakah semakin saling menghargai dan mempecayai. Atau apakah semakin banyak keributan, apakah semakin sering mencurigai, apakah semakin jarang intim, apakah semakin sering cekcok, dll. Itu semua adalah ‘tanda’. Itu semua adalah ‘informasi’. Apakah kita bertambah dekat atau menjauhi yang sebenarnya kita inginkan. Tidak ada yang secara otomatis mengantarkan kita ke yang kita inginkan. Kita tetap harus MELAKUKAN sesuatu untuk mendapatkannya! Dalam konteks prestasi, asah lagi kemampuan, pertajam kompetensi, tingkatkan pengetahuan, lebarkan wawasan, perbaiki dan kembangkan hubungan dan network, dll. Dalam konteks hubungan, tingkatkan waktu berkualitas, tingkatkan keintiman, lebih menghargai, lebih mencintai, dll. LAKUKAN sesuatu! Tambah SUMBER DAYA untuk memenuhi yang kita inginkan! Karena itu, ada PILIHAN, untuk mulai SEKARANG, SAAT INI juga, untuk menambah SUMBER DAYA yang kita butuhkan untuk mencapai yang kita inginkan. Sebab kalau kita katakan kita tidak terlalu antusias untuk itu, tanyakan dulu: apakah yang kita inginkan tersebut cukup berharga untuk kita. Apakah WORTH IT? Kalau tidak, untuk apa dipikirkan? Kalau YA, maka LAKUKAN sesuatu! SEKARANG!

Sumber : NLP Indonesia

Enaknya cabut gigi pakai NLP

Posted in Dental Health, Neuro Linguistic Programming on June 25, 2009 by Easy Success

Hah, sejak kapan NLP dapat dipakai mencabut gigi?

Yang benar aja…

Hehehe,

Hari Sabtu ini saya mengantar anak saya ke dokter di sebuah RS Ibu dan Anak, dari namanya nampaknya RS ini tidak memberi layanan pada si Bapak ya… Nah, sembari menunggu, saya berkeliling dan mendapati bahwa ternyata di situ ada fasilitas dokter gigi juga, dan saat saya bertanya, ternyata RS itu juga menerima pasien bapak-bapak. Oalah…., ya sudah, akhirnya saya memeriksakan gigi saya sekalian di situ.

Di tengah proses pembersihan gigi, saat teringat bahwa di ujung belakang geraham atas kanan saya sering sekali menyelip makanan kecil dan sulit sekali dijangkau oleh sikat gigi jenis apapun. Sehingga, terkadang harus kumur-kumur dengan air hangat agak lama, baru menjadi kendor selipan makanannya dan bisa digoyang pakai sikat gigi. Hmmm, menguji kesabaran khan…

Setelah dokter yang sabar itu memeriksa dengan foto gigi dan berbagai peralatan lain, rupanya ia menemukan ada lubang kecil di geraham saya, dan ada sisa akar gigi pendek sebesar ujung pentol korek api. Oh iya, saya jadi teringat bahwa potongan gigi ini pasti sisa pencabutan gigi 5 tahun yang lalu yang rupanya tidak tuntas. Akar gigi bukanlah seperti akar serabut yang lunak, namun juga merupakan jaringan keras yang sama dengan gigi itu sendiri.

Well, dokter memutuskan gigi itu untuk diangkat, karena di bagian poros tengahnya kelihatan menghitam. Poros tengah ini dapat terlihat karena ini adalah bekas pemotongan. Bayangkan anda memotong pokok / batang pohon, maka akan kelihatan lingkaran poros tengahnya khan. Nah, poros tengah yang menghitam ini akan berbahaya jika membusuk… Huuuuu…

MASALAH PENCABUTAN GIGI

Dari pengalaman saya, problem yang biasanya dialami seorang ketika melakukan saat pencabutan gigi ada dua : mulut yang tidak bisa rileks (saat “diobok-obok”), dan rasa nyeri yang tinggi saat gigi dicabut. Nah, di sinilah peran NLP bisa membantu.

Jika mulut kita tidak bisa rileks saat benda-benda si dokter masuk ke mulut, maka berkali-kali mulut akan “melawan” pergerakan benda si dokter dengan cara mengatup atau menegang, sehingga menyulitkan gerakkan tangan si dokter. Selain itu, mulu akan terasa capek sekali karena terus menerus mengatup / melawan gerak tangan si dokter. Bagi yang pernah dicabut gigi pasi mengerti maksud saya itu.

Selain itu, proses pencabutan akan terasa lebih ngilu/ nyeri di geraham apabila kita mengeraskan otot, atau mengkakukan daerah geraham kita. Ketegangan otot ini menjadikan proses pencabutan menjadi lebih alot dan menyakitkan.

Nah, dengan demikian, kita perlu melatih diri untuk dapat merilekskan otot secara cepat. Juga perlu melatih untuk dapat bertahan dalam kondisi rileks dalam durasi yang cukup lama. Nah, jika kurang terlatih, maka proses ini akan berjalan dengan kurang lancar.

Di keluarga kami, saya dan istri terbiasa melakukan relaksasi progresif setiap malam sejak 7 tahun terakhir ini. Relaksasi progresif ini sangat membantu untuk mendapatkan tidur nyenyak dan berkualitas sekalipun hanya sebentar saja. Setelah terbiasa, kita bisa tidur nyenyak dalam kondisi sekitar gelombang pikiran theta, ditandai dengan kondisi tubuh rileks sempurna pikiran terjaga.

PROSES RELAKSASI PROGRESIF

Proses relaksasi progresif sederhana saja, namun sekalipun sederhana perlu dilakukan secara kongruen.

1. Untuk awal dan membiasakan diri Anda dapat menggunakan musik yang membantu rileks, seperti musik klasik bertempo barok, atau musik new age yang menenangkan pikiran. Anda boleh juga menggunakan bau-bauan harus seperti aromatherapy dan sebagainya. Kedua hal di atas hanya alat bantu saja, tidak wajib. Keduanya dipakai untuk menstimulasi indra telinga dan indra hidung agar juga memberikan informasi rileks kepada pikiran.
2. Proses dimulai dengan posisi tidur (atau duduk bersandar), gunakan pakaian kendor dan kendorkan semua pakaian yang melekat, terutama pakaian dalam. Di tahap awal ini Anda harus hati-hati sekali, jangan sampai pengendoran pakaian ini mengendorkan niat Anda untuk rileksasi malah kemudian melakukan “rekreasi” dengan pasangan Anda… Hehehe
3. Lanjutkan dengan menyadari keberadaan jari-jari kaki satu persatu, mulai dari jempol kaki kanan atau kiri. Lakukan dengan sabar dan rileks. Hindari terburu-buru.
4. Sadari perasaan apa yang ada di kulit jari kaki Anda, sadari persentuhan kulit jari-jari kaki dengan kasur atau benda lain yang menempel. Sadari keberadaan daging, otot dan tulang yang ada di dalamnya.
5. Kemudian dengan suara yang rrrrrriiiiiiileeeeeeeeeeeekks, katakan dalam hati “Wahai jari jempolkaki kananku, saya ingin kamu riiiiiilllllleeeeeeeeks”. Sambil mengatakan demikian, dengan sengaja Anda mengendurkan semua otot, kulit di jempol kaki kanan Anda. Waktu mengatakan rrrrrrrrrilllllleeeeeeeks, katakan dengan nada mengantuuuuuk, panjaaaaaaaaang dan suara yang memang riiiiiiileeeeeeeeeeeeks.
6. Saat melakukan proses itu, bayangkan otot Anda mengendur…, atau sambil membayangkan hal-hal yang membuat Anda senang dan rileeeks, bebas apa saja…, sepanjang cocok dengan Anda.
7. Kemudian lanjutkan dengan jari-jari kaki Anda yang lain, satu persatu. Lanjutkan ke atas, punggung kaki, pergelangan kaki, betis bawah, betis atas, lutut, belakang lutut dan seterusnya sampai ke kulit kepala Anda.
8. Lakukan semuanya dengan santai dan tidak terburu-buru. Serta dengan sengaja , menggunakan suara internal (self talk) yang santaiiii dan pelan (tidak pelu monoton, bahkan usahakan bernada ngantuuuuuuuk).
9. Setelah semuanya rileks, kemudian bayangkan sebuah es batu ditempelkan di kening Anda, dan dengan sengaja rasakan suatu perasaan dingin di kening, dan berimbas ke pada otak menjadi ikut dingin. Ingat perasaan dingin ini disengaja, bukan datang sendiri. Rasa dingin ini akan muncul setelah Anda meyakini bahwa memang ada es batu yang ditempelkan di kening Anda.
10. Setelah rasa dingin mengimbas ke otak, katakan pada otak agar supaya frekuensi gelombang otak menurun ke bawah menjadi lebih perlahaaaan…
11. Biasanya di tahap ini akan muncul sensasi melayang dan nafas bisa berpindah ke mulut. Ikuti saja, jangan dilawan…
12. Afirmasikan, “Seluruh tubuh dan otakku sudah rileks, sedangkan pikiranku terjaga dengan sempurna“.
13. Pertahankan kondisi ini cukup lama. Dalam kondisi ini akan terjadi beberapa kemungkinan :
1. Anda akan masuk kondisi hypnogogik (hypnotic state yang Anda sadari dan bisa di-utilisasi)
2. Anda akan masuk ke kondisi tidur dan kemudian menyadari mimpi Anda (lucid dreaming). Anda mimpi dan Anda sadar bahwa Anda sedang bermimpi.
3. Beberapa dapat mengalami OOBE (Out Of Body Experience)
14. Apapun yang Anda alami rileks saja, ikuti, semuanya baik-baik saja. Namun dalam tulisan ini kita hanya akan fokus di kondisi pertama saja.
15. Saat masuk ke kondisi ini, Anda lantas dapat membayangkan dan mengafirmasikan proses rejuvenation (peremajaan diri), kulit, daging, tulang, otot, dll. Anda boleh mengkombinasikan proses ini dengan energy apa saja, sepanjang Anda meyakini hal itu positif. Jika diinginkan, Anda juga boleh mengkombinasikan dengan penggunaan warna, seperti warna kuning keemasan, untuk memperkuat dan mempercepat proses peremajaan diri.
16. Jika Anda sudah masuk kondisi paling rileks dan pw (posisi wuenak), maka Anda boleh membuat Anchor di sini. Anchor ini akan Anda pakai nanti saat Anda membutuhkannya di lain waktu, misal saat Anda sakit gigi.
17. Jika Anda sudah selesai, Anda boleh melanjutkannya dengan membiarkan diri Anda tertidur, atau boleh bangun dengan perlahan-lahan…

Latihlah dengan sering, dan semakin sering dilatih, maka semakin mudah Anda mencapai kondisi ini. Akhirnya hanya dengan sekedipan mata Anda sudah masuk ke kondisi mengasyikan itu. Cukup dengan memicu anchor Anda tadi, maka Anda akan masuk ke kondisi itu…

Thankz,

Source : http://portalnlp.com/

Wilckodontics dan Prosedur AOOTM

Posted in Dental Health on June 24, 2009 by Easy Success

Apa itu Wilckodontics  dan Prosedur AOOTM?

Lebih dari 4 tahun penelitian telah memuncak dalam pengembangan prosedur baru dengan yang gigi dapat dipindahkan sekitar 4 kali lebih cepat dari sebelumnya mungkin dengan orthodonsi konvensional. Akibatnya, waktu pengobatan untuk sebagian besar kasus ortodontik dapat dikurangi sampai 3 sampai 8 bulan. Metode ini telah dipatenkan baru adalah kombinasi dari teknik yang telah teruji dan terbukti dari bidang ortodontik dan Periodontik dan disebut Accelerated Osteogenic OrthodonticsTM (AOOTM) prosedur.

Dengan prosedur AOOTM baru, pasien yang akan mengalami penurunan orthodonsi konvensional ketat karena panjang pengobatan kini memiliki alternatif. Kelompok pasien ini cenderung termasuk remaja yang tidak ingin memakai kawat gigi selama 1 1 / 2 sampai 3 tahun sementara di sekolah tinggi dan orang dewasa yang tanggung jawab sosial atau profesional akan menghalangi mereka memakai kawat gigi untuk jangka waktu yang panjang. Prosedur AOOTM layak untuk sebagian besar pasien, tanpa memandang usia, asalkan gigi permanen hadir.

Kecenderungan orthodonsi selama beberapa dekade terakhir telah meningkatkan perawatan pasien melalui kemajuan dalam metalurgi dan kimia. Hal ini dapat dilihat dalam evolusi kabel lengkung, band, kurung, semen, dan bahan bonding. Uang muka tersebut telah meningkatkan efisiensi dengan cara dan kekuatan ortodontik yang akan ditransfer ke mahkota gigi. Tapi meskipun semua kemajuan yang paling konvensional perawatan ortodontik tetap masih memerlukan 1 ½ sampai 3 tahun untuk menyelesaikannya.

Prosedur AOOTM telah memecahkan dilema ini dengan memanfaatkan dinamika fisiologi tulang dan mengarahkan penekanan dalam gerakan gigi dengan cara yang mendukung tulang merespon kekuatan ortodontik bukan hanya berkonsentrasi pada cara di mana pasukan diterapkan pada gigi. Dengan merangsang dan memanfaatkan potensi hidup bawaan tulang gigi dapat dibuat untuk bergerak melalui tulang sangat cepat dan ketika gerakan gigi selesai tulang sekeliling akar gigi akan membangun kembali itu sendiri.

Pada bulan Mei 1998 prosedur AOOTM diperkenalkan pada Sidang Tahunan 98 Asosiasi Amerika Ortodontik melalui klinik meja, diskusi meja bundar dokter, dan presentasi poster ilmiah papan. Respon dan bunga yang dihasilkan oleh presentasi sangat memuaskan.

Kami telah mendirikan sebuah perusahaan, Wilckodontics, Inc, yang akan bertindak sebagai mekanisme mengajar untuk melatih dan sertifikasi spesialis klinis dalam pengiriman tepat dari Wilckodontics ® System, yang meliputi prosedur AOOTM. Sebuah bagian penting dari Sistem ® Wilckodontics mengajar profesional bagaimana pasar prosedur AOOTM untuk pasien dan orang tua dan untuk menyediakan dirinya dengan sebuah array atau materi pemasaran untuk ajudan dalam melakukannya.

Thankz,

The Damon System “Advance Your Expertise”

Posted in Dental Health on June 24, 2009 by Easy Success


Self-ligating bracket systems are one of the most advanced and innovative products used by orthodontists to correct patient smiles. While there are a number of self-ligating systems available, the Damon Bracket System is perhaps the most popular and the one that is used the world over. Now, as dentists recommend the Damon System more often to patients in the UK, it is important that customers understand more about the treatment and procedure.
This article is designed to act as an information guide about a product called the Damon System. The article aims to make sure that patients know what to expect, which questions to ask and exactly when to ask them.

The Damon System : The Background

The very first version of the Damon System was produced in 1996. By 2000 the second version, with a number of design upgrades, was available. At the same time, a set of guidelines were also being produced that enabled dentists to really make the most of the Damon System and to give their patients the very best orthodontic solution. The meant that dental professionals were able to make the Damon System work for them and, as a product, it went from strength to strength. In 2004 and 2005, the Damon 3 hybrid and then the Damon MX brackets emerged as solutions for patients who wanted ceramic brackets that were just as hard-wearing as conventional ‘train track’ metal braces.
To further empower the dental professionals who used the Damon System, the Damon Forum was set up. Now, Damon Forum meetings regularly attract well over 1,000 dental professionals, eager for opportunities to share knowledge and exchange ideas. Research has also been completed that shows just how successful the Damon System has proven in trials. To find out more, visit www.damonsystem.com

The Damon System : The key facts

In 1996 the first Damon System design was produced and marketed. It was the start of a great success story. In 2000, the second, updated version was released which cemented the Damon System’s reputation as a world-class orthodontic product. In 2004 and 2005, further design developments saw the Damon Hybrid and Damon 3MX brackets brought onto the market. These new versions enabled the Damon System to be applied to more orthodontic problems and therefore broadened its appeal still further.

The Damon System : The Theory

The Damon System is not solely centred around the innovative Damon Bracket. The bracket is only one element in a broader approach to treatment that focuses on improving facial aesthetics and balance.
Conventional brackets use steel or rubber ties to attach the wire onto the bracket. These hold the wire in place. At the same time, they create negative friction which works against the very brackets that create it. Therefore, tooth movement takes time as the friction keeps on trying to slow it down. Damon System braces deploy a unique slide design that produces minimal friction. By reducing the friction, the Damon System moves teeth much more efficiently and by applying much lighter forces.

The Damon System : The Technology

Most products on the market today claim to be ‘wonderful’, ‘revolutionary’ and ‘remarkable’. The Damon bracket , like the others that also make great claims, is only as good as the orthodontist that recommends and applies it. It will not work miracles for everyone.
Having said that, The Damon System does have some standout features that will help patients choose it over and above other products on the market.
Transparent composite components in the bracket mean that orthodontists can recommend the Damon System as a treatment which is discrete and less visible than traditional braces. It is also less likely to stain. At the same time, the edges of the bracket are shaped to give wearers as much comfort as possible.
The bracket slot of the Damon bracket is specially designed to minimise negative friction and optimise tooth movement.
The metal slide is the innovative aspect of the Damon technology. Because the slide does not have to hold the wires in place (hence ‘self-ligating), the wires are free to apply constant pressure to the teeth. So the desired results should be delivered more quickly than with other types of braces.

The Damon System : The Treatment Concept :

The idea behind the Damon System is to transform the way dentists approach orthodontics, rather than simply to launch another product onto the market. Therefore, an important element in the Damon System is the ongoing enhancement of products alongside the ongoing professional development of orthodontists and dental professionals.
Adopting the right approach is seen as critical to the success of the Damon System, so a good orthodontist is essential. Simply utilising Damon brackets, but continuing with the same conventional approaches will only show partial benefits.
In many ways, it is this commitment to an evolving product and to the education of professionals that makes the Damon System stand out.

The Damon System : The Treatment

The Damon System uses very gentle pressure to move teeth quickly and comfortably. The initial wires apply up to 75% less force than traditional brackets. This means that most patients will need to make fewer visits to their dentist and that they will also probably see more tooth movement between visits.
Because the Damon System exerts lighter forces, the braces do not need to be adjusted as often as with conventional braces. Therefore, on average, patients see their dentist up to 10 times fewer than during treatment with conventional braces.

The Damon System : The Advantages

The Damon System has three key selling points which make it attractive to patients:
Extra comfort
Because the unique sliding mechanism of the Damon System reduces friction, the brace exerts less pressure. Therefore, it is more comfortable to wear.

Better aesthetics
The Damon System is not an entirely invisible brace, yet it does show less metal and bracket than a conventional brace.

Faster treatment times
Because the Damon System technology moves teeth more efficiently, the treatment times are usually shorter than with conventional braces. However, you should get a clear idea of treatment times and a full treatment plan from your dentist at the initial consultation stage.

The Damon System : The Disadvantages

As with most dental procedures, it is slightly unfair to claim that there are disadvantages. However, there are aspects of the procedure which some patients may feel comfortable with and which others may not.
Sometimes, people call the Damon System an ‘extraction-free treatment’. It is not. As emphasised, the Damon System is part of an overall approach to treatment based around facial aesthetics and balance. To achieve the desired results, extractions may be appropriate.
For some patients, this broader treatment can also include the wearing of headgear.

The Damon System : The Cost

The Damon System costs more than conventional braces. The reason for this cost is that many patients also buy into the idea that they are getting more than simply braces. For many patients, the reason for choosing the Damon System is the broader approach to improved facial aesthetics that lies behind the product.

Thankz,

Konsep Dental Chair Masa Depan…

Posted in Dental Health on June 23, 2009 by Easy Success


Future Dental Chair Concept

The idea behind this design is the unfriendly equipment when we enter the dental hospitals. To ease nervous and tense feeling of patients, the dental chair has to be clean and simple, and instruments have to be quiet and inconspicuous. Chengli Hung designed this chair to hide and integrate different parts of components into a new-moon shape main body. It simplified the whole appearance by decreasing unnecessary parts and concealing complex mechanism. Most elements are hidden inside the body shells. This makes the dental chair easier to keep clean.

Designer : Chengli Hung

Thankz.

EFT relieves a tooth pain that a dentist couldn’t help.

Posted in Dental Health, Emotional Freedom Technique on June 23, 2009 by Easy Success


Hi Everyone,

Pay attention to Paul Zelizer’s creative approach. He says, “I asked her some basic questions like “If the pain in your teeth could talk, what would it say? … If the pain were a color what would it be? … If the pain had a shape, what would that be?” Jennifer said the pain would say “Get me out of here!” … the color would be black and it would be like a sharp, jagged thing. Then, we tapped…”

I met Jennifer (not her real name) while I was doing a 15 minute intro to EFT session. Jennifer had never heard of EFT, but asked if we could work on pain in her teeth and jaw.

The pain had been fairly intense over the past several months. She had been to the dentist several times and tried several holistic modalities to release the pain. The dentist even filed several teeth down in the sore area thinking that might help. It didn’t work.

I showed Jennifer how EFT works. Then, we did a short interview. I asked her some basic questions like “If the pain in your teeth could talk, what would it say? … If the pain were a color what would it be? … If the pain had a shape, what would that be?” Jennifer said the pain would say “Get me out of here!” … the color would be black and it would be like a sharp, jagged thing. Then, we tapped.

Even though I have this pain in my teeth that is keeping me up at night, I am willing to treat myself with kindness and compassion.

Even though I have this black, jagged pain in my teeth and jaw, I accept myself as I am right now.

Even though it’s a drag having this pain and I don’t know what is going on, I’m willing to be as gentle as I can with myself.

Reminder phrases :

This pain in my teeth.
This pain that is keeping me up at night.
This black, jagged pain in my teeth and jaw.
It’s been a drag having to keep going to the dentist.
It’s been a drag being in pain and not sleeping well.
This pain in my teeth.

We then checked on the imagery. The color had gone to grey, the shape was more cloudy and the intensity went from a 9 on a scale of 0 to 10 to a 4. We tapped once more and the sharp pain was gone. There was a dull pain that felt like a residual that we weren’t able to get to in the 15 minutes.

About 3 weeks later I got a call from Jennifer. She said she had been pain free for the whole period until a few days ago when the stress in her life jumped. Then, she had pain in a different area of her jaw and teeth. She said, “I know it’s emotional.”

We met for a session and within 25 minutes, the pain was gone. She said that the recent weeks without pain were the longest pain free period she had had for many months.

EFT won her over in 15 minutes and now she has a list of physical conditions she wants to work on.

Thankz.

Source : http://www.emofree.com

Dentistry (Hypnodontics)

Posted in Dental Health, Hypnosis & Hypnotherapy on June 23, 2009 by Easy Success


The use of hypnosis in surgery can produce many benefits, for example, reduced post-operative nausea and discomfort and a reduction of infections. Many studies have also reported that using hypnosis in surgical operations can lead to an improvement in healing, quicker recovery and marked improvement in overall experience leading to greater patient satisfaction.

The problems caused to dentists by the fears of patients include :

1. Patients avoiding treatment, thus needing far more radical treatment when they do eventually attend than would otherwise be the case.

2. Patients reacting in fear during treatment, requiring sedation which would otherwise not be necessary and causing additional stress to the dentist and assisting staff.

3. Patients with needle phobias, who have problems accepting injections.

4. Patients on whom the usual doses of anaesthetic appear to have little effect.

5. Post-procedural pain, leading to avoidance of future treatment.

6. Lack of compliance with dental care measures such as cleaning and regular check-ups.

Direct benefits to dentists include :

1. Reduce/eliminate anxiety/phobia of attending the dentist for treatment.

2. Increase compliance with dental procedures (sitting still in chair, holding mouth open etc) by reducing/eliminating patient discomfort and/or anxieties.

3. Reduce/eliminate need for chemical anaesthetic by reducing/ eliminating experience of pain.

4. Reduce/eliminate pain and discomfort and reduce bleeding during dental procedures.

5. Reduce/ eliminate pain and discomfort and reduce bleeding after dental procedures.

6. Increase overall patient satisfaction with dental services.

7. Increase patient compliance with recommended dental care practice such as regular attendance for cleaning, check-ups etc.

8. Increase well-being of dental personnel through reduced stress from patients’ anxieties.

Thankz,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.